Bisakah Apresiasi Mengubah Kinerja Perusahaan?
Ketika Campbell Soup mengalami krisis budaya kerja dan engagement yang rendah, transformasi perusahaan tidak hanya dilakukan melalui perubahan struktur dan kepemimpinan. Ada satu kebiasaan sederhana yang dilakukan CEO Doug Conant selama hampir satu dekade dan kemudian menjadi salah satu kisah kepemimpinan yang paling banyak dibahas dalam dunia organisasi. Pelajaran ini relevan bagi setiap HR dan pemimpin yang ingin membangun budaya kerja yang lebih sehat dan produktif.
KONSULTAN HREMPLOYEE DEVELOPMENTPENGEMBANGAN KARYAWAN
Andhika Buana
7/13/20261 min read


Tahun 2001, Campbell Soup berada dalam kondisi yang tidak baik.
Employee engagement perusahaan tersebut termasuk yang terendah yang pernah diukur Gallup di Fortune 500. Kinerja bisnis menurun, budaya kerja melemah, dan kepercayaan terhadap kepemimpinan berada di titik rendah.
Saat Doug Conant menjadi CEO, ia melakukan langkah besar dengan mengganti sekitar 300 dari 350 pemimpin senior perusahaan.
Namun yang menarik, transformasi Campbell ternyata tidak hanya dibangun melalui restrukturisasi.
Selama kurang lebih 10 tahun, Doug Conant menulis lebih dari 30.000 surat ucapan terima kasih secara langsung kepada karyawan di berbagai level organisasi.
Bukan apresiasi yang bersifat formal atau seremonial, tetapi pengakuan terhadap kontribusi nyata yang dilakukan individu setiap hari.
Hasilnya?
Rasio employee engagement Campbell meningkat hingga mencapai level world-class menurut Gallup, dan perusahaan berhasil membalikkan performa bisnisnya secara signifikan.
Kasus ini menunjukkan satu pelajaran penting:
Budaya kerja yang sehat tidak dibangun hanya melalui target, SOP, atau sistem kontrol yang ketat.
Budaya kerja juga dibentuk melalui kemampuan pemimpin untuk membuat karyawannya merasa dilihat, dihargai, dan memiliki makna dalam pekerjaannya.
Karena pada akhirnya, manusia tidak hanya bekerja untuk mendapatkan gaji.
Mereka juga ingin mengetahui bahwa kontribusinya benar-benar berarti bagi organisasi.
Menurut Anda, mana yang lebih sulit dilakukan oleh seorang pemimpin:
Menyusun strategi bisnis baru atau membuat karyawannya merasa dihargai setiap hari?
Our Social Media :
Email address :
Need help?
0857-7562-0778
© 2025. All rights reserved.
Mobile number :
helloadc@aditidevelopmentcenter.com
Consultation (WA) :
0857-7562-0778
address :
Jl. Kalibata Tengah No. 35C RT. 11 RW 7 Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12740.





Group :
