Boleh Tidak Sih Merasa Jenuh Lalu Ingin Pindah Divisi di Kantor yang Sama?
Kalimat seperti ini mungkin lebih sering terjadi daripada yang kita bayangkan, namun sayangnya, banyak orang langsung merasa bersalah ketika mulai jenuh. Seolah-olah rasa bosan adalah tanda bahwa mereka tidak bersyukur, padahal dalam dunia kerja, kejenuhan adalah sesuatu yang wajar. Bahkan dalam banyak kasus, itu adalah bagian alami dari perjalanan karier.
EMPLOYEE DEVELOPMENTKARYAWANPERUSAHAAN
Andhika Buana
8/28/20262 min read
Suatu hari seorang karyawan berkata:
"Saya sebenarnya tidak ingin resign."
"Saya masih suka perusahaannya."
"Tapi saya sudah mulai bosan dengan pekerjaan saya."
Kalimat seperti ini mungkin lebih sering terjadi daripada yang kita bayangkan, namun sayangnya, banyak orang langsung merasa bersalah ketika mulai jenuh.
Seolah-olah rasa bosan adalah tanda bahwa mereka tidak bersyukur, padahal dalam dunia kerja, kejenuhan adalah sesuatu yang wajar. Bahkan dalam banyak kasus, itu adalah bagian alami dari perjalanan karier.
Tidak Semua Orang yang Jenuh Ingin Keluar
Ada asumsi yang cukup umum:
Jika karyawan mulai bosan, berarti ia ingin resign, padahal tidak selalu demikian.
Banyak karyawan sebenarnya masih:
menyukai perusahaan,
nyaman dengan rekan kerja,
percaya pada visi organisasi.
Yang membuat mereka lelah justru pekerjaannya mulai terasa sama setiap hari, tantangan berkurang, pembelajaran melambat, tidak ada lagi hal baru yang membuat mereka berkembang.
Dalam Psikologi Kerja, Ini Disebut Job Content Plateau
Dalam penelitian karier, kondisi ini dikenal sebagai Job Content Plateau. Yaitu situasi ketika seseorang merasa pekerjaannya sudah tidak lagi memberikan tantangan, variasi, atau kesempatan belajar yang berarti.
Menariknya, penelitian selama puluhan tahun menunjukkan bahwa job content plateau berkaitan dengan:
menurunnya kepuasan kerja,
menurunnya engagement,
meningkatnya stres psikologis,
meningkatnya keinginan untuk keluar dari perusahaan.
Artinya, yang berbahaya bukan rasa bosannya, yang berbahaya adalah ketika rasa bosan dibiarkan terlalu lama.
Jenuh Tidak Sama dengan Malas
Ini bagian yang sering disalahpahami. Karyawan yang jenuh belum tentu kehilangan motivasi, justru banyak di antaranya adalah orang-orang yang sebelumnya sangat bersemangat.
Mereka sudah menguasai pekerjaannya, target rutin sudah bisa dicapai. Masalah-masalah yang dulu menantang kini terasa mudah.
Akhirnya muncul pertanyaan:
"Apa lagi yang bisa saya pelajari di sini?"
Ketika pertanyaan itu tidak menemukan jawaban, kejenuhan mulai muncul.
Apakah Pindah Divisi Merupakan Solusi?
Jawabannya: Bisa jadi, iya.
Banyak organisasi modern mulai melihat perpindahan internal (internal mobility) bukan sebagai masalah, tetapi sebagai strategi pengembangan talenta.
Penelitian menunjukkan bahwa perpindahan lateral ke fungsi atau divisi lain dapat membantu karyawan mengembangkan keterampilan baru, memperluas pengalaman, dan bahkan meningkatkan peluang promosi di masa depan.
Dengan kata lain:
Kadang seseorang tidak perlu keluar dari perusahaan untuk berkembang.
Ia hanya perlu lingkungan belajar yang baru.
Mengapa Banyak Karyawan Takut Mengajukan Pindah Divisi?
Karena sering muncul kekhawatiran:
"Nanti dikira tidak loyal."
"Dikira tidak betah."
"Dikira tidak mampu."
Padahal perpindahan fungsi tidak selalu berarti ketidakpuasan, dalam banyak kasus, itu justru bentuk proaktif untuk menjaga semangat belajar dan kontribusi jangka panjang.
Tanda-Tanda Anda Mungkin Membutuhkan Tantangan Baru
Bukan sekadar sedang capek sesaat, tetapi benar-benar mengalami stagnasi.
Misalnya:
pekerjaan terasa sangat repetitif,
hampir tidak ada hal baru yang dipelajari,
antusiasme terus menurun,
mulai merasa tidak berkembang,
sering berpikir ingin mencoba bidang lain.
Jika kondisi ini berlangsung berbulan-bulan, bisa jadi yang Anda alami bukan kelelahan sementara, melainkan plateau karier.
Pelajaran untuk Perusahaan
Sering kali perusahaan kehilangan talenta bukan karena gaji, bukan karena fasilitas, tetapi karena karyawan merasa tidak lagi berkembang.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan, rotasi kerja, dan mobilitas internal dapat membantu mengurangi dampak negatif career plateau terhadap engagement dan niat resign, karena itu organisasi yang ingin mempertahankan talenta terbaik tidak hanya menyediakan jalur promosi.
Mereka juga menyediakan jalur eksplorasi, tidak semua karyawan yang ingin pindah divisi sedang mencari jalan keluar, sebagian hanya sedang mencari ruang untuk bertumbuh.
Karena dalam perjalanan karier, ada kalanya seseorang tidak membutuhkan perusahaan baru.
Ia hanya membutuhkan tantangan baru, dan mungkin pertanyaan yang perlu ditanyakan bukan:
"Kenapa saya mulai bosan?"
Tetapi: "Apakah saya masih memiliki kesempatan untuk berkembang di sini?"
Pertanyaan untuk kamu
Jika Anda mulai merasa jenuh dengan pekerjaan saat ini, mana yang akan Anda pilih terlebih dahulu: pindah divisi, mencari tantangan baru di tim yang sama, atau mencari pekerjaan di perusahaan lain?
Our Social Media :
Email address :
Need help?
0857-7562-0778
© 2025. All rights reserved.
Mobile number :
helloadc@aditidevelopmentcenter.com
Consultation (WA) :
0857-7562-0778
address :
Jl. Kalibata Tengah No. 35C RT. 11 RW 7 Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12740.





Group :
