Gen Z Sudah Burnout Sebelum Usia 25?

Mungkin Masalahnya Bukan Karena Mereka Lemah

GEN ZKARYAWANPERUSAHAAN

Andhika Buana

8/20/20261 min read

Dulu burnout identik dengan pekerja senior. Orang yang sudah puluhan tahun bekerja. Namun hari ini situasinya berbeda.

Banyak pekerja muda bahkan belum mencapai usia 25 tahun, belum menjadi manajer, bahkan belum mencapai puncak karier tetapi sudah merasa lelah, kehilangan motivasi, dan mulai mempertanyakan masa depannya.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Data

Menurut Indonesia Millennial & Gen Z Report 2026, penyebab burnout terbesar pada generasi muda bukanlah beban kerja. Justru tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan (upskilling pressure) menjadi faktor utama (35%).
Disusul:

  • Ketidakpastian karier (30%)

  • Beban kerja (20%)

  • Kurangnya dukungan (15%)


Artinya, banyak Gen Z tidak kelelahan karena bekerja terlalu keras.
Mereka kelelahan karena merasa harus terus mengejar ketertinggalan.

Analisis PIO

Dalam Psikologi Industri dan Organisasi, kondisi ini dapat dijelaskan melalui konsep:

Career Anxiety

Ketika seseorang terus-menerus merasa masa depannya tidak pasti.
Mereka khawatir:

  • skill tidak cukup,

  • kalah bersaing dengan AI,

  • tidak berkembang cukup cepat,

  • karier tidak bergerak.

Akibatnya otak terus berada dalam mode siaga.
Bukan karena pekerjaan hari ini tetapi karena kecemasan terhadap pekerjaan esok hari.

Realita yang Dihadapi Gen Z

Hari ini seorang pekerja muda dituntut:

✔ Menguasai teknologi baru
✔ Belajar AI
✔ Mengikuti sertifikasi
✔ Membangun personal branding
✔ Memiliki pengalaman kerja
✔ Memiliki side hustle
✔ Tetap menjaga kesehatan mental

Masalahnya:
Semua itu dilakukan secara bersamaan.

Insight untuk Perusahaan

Sering kali organisasi melihat burnout sebagai masalah individu. Padahal sumbernya bisa berasal dari sistem kerja.

Misalnya:

  • Jalur karier tidak jelas

  • Ekspektasi berkembang terlalu tinggi

  • Kurangnya coaching dari atasan

  • Budaya kerja yang membuat karyawan merasa tidak pernah cukup


Jika hal ini tidak dikelola, maka perusahaan akan menghadapi:

  • disengagement,

  • quiet quitting,

  • turnover tinggi,

  • produktivitas yang menurun.

Mungkin Gen Z tidak lebih lemah dibanding generasi sebelumnya, mungkin mereka hanya tumbuh dalam dunia kerja yang bergerak jauh lebih cepat dan ketika tekanan untuk terus berkembang lebih besar daripada dukungan yang diberikan organisasi, kelelahan menjadi sesuatu yang sulit dihindari.

Pertanyaan Audiens

Menurut Anda, apa yang paling membuat pekerja muda cepat burnout saat ini?
A. Tekanan untuk terus belajar
B. Ketidakpastian karier
C. Beban kerja
D. Kurangnya dukungan dari perusahaan

Our Social Media :

Email address :

Need help?

0857-7562-0778

© 2025. All rights reserved.

Mobile number :

helloadc@aditidevelopmentcenter.com

Consultation (WA) :

0857-7562-0778

address :

Jl. Kalibata Tengah No. 35C RT. 11 RW 7 Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12740.

Group :