HubSpot Menemukan Masalah yang Tidak Bisa Diselesaikan dengan KPI: Karyawan Memilih Diam
Banyak organisasi menganggap rendahnya performa disebabkan oleh kurangnya motivasi atau kompetensi. Namun HubSpot menemukan masalah yang berbeda: karyawan sebenarnya mengetahui berbagai persoalan, tetapi tidak merasa aman untuk menyampaikannya. Bagaimana psychological safety memengaruhi inovasi, engagement, dan pengambilan keputusan dalam organisasi?
EMPLOYEE DEVELOPMENTPENGEMBANGAN KARYAWANKONSULTAN HR
Andhika Buana
7/27/20261 min read


Banyak organisasi percaya bahwa produktivitas rendah disebabkan oleh kurangnya kompetensi, motivasi, atau kedisiplinan.
Namun HubSpot menemukan persoalan yang berbeda.
Mereka melihat bahwa sering kali informasi penting tidak pernah sampai ke pengambil keputusan.
Bukan karena karyawan tidak tahu.
Melainkan karena mereka tidak merasa aman untuk menyampaikannya.
Dalam banyak organisasi, staf junior mungkin melihat potensi kegagalan proyek lebih awal. Tim operasional mungkin mengetahui hambatan yang akan muncul beberapa bulan ke depan. Namun informasi tersebut berhenti di level tertentu karena adanya rasa takut untuk mengoreksi atasan atau mempertanyakan keputusan yang sudah dibuat.
Fenomena ini dikenal dalam Psikologi Industri dan Organisasi sebagai employee silence.
Yaitu kondisi ketika karyawan sengaja menahan ide, masukan, atau kritik meskipun mereka mengetahui informasi yang penting bagi organisasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, HubSpot membangun budaya kerja yang cukup berbeda melalui HubSpot Culture Code.
Salah satu prinsip yang paling menarik adalah:
"Debates should be won by better insights, not bigger job titles."
Mereka juga secara konsisten mengukur kualitas kepemimpinan melalui umpan balik dari bawahan kepada atasan, serta membangun transparansi informasi agar setiap orang memiliki konteks yang cukup untuk memberikan masukan yang berkualitas.
Pendekatan ini bukan semata-mata soal keterbukaan.
Ini tentang membangun psychological safety.
Amy Edmondson dari Harvard Business School mendefinisikan psychological safety sebagai keyakinan bahwa seseorang dapat berbicara, bertanya, mengakui kesalahan, atau menyampaikan pendapat tanpa takut dipermalukan maupun dihukum.
Tanpa psychological safety:
Karyawan akan memilih diam.
Masalah muncul terlambat.
Inovasi melambat.
Engagement menurun.
Sebaliknya, ketika orang merasa aman untuk berbicara, organisasi memperoleh sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar kepatuhan:
Kejujuran.
Dan sering kali, kejujuran adalah sumber perbaikan terbesar yang dimiliki sebuah organisasi.
Pertanyaannya:
Di perusahaan Anda, apakah karyawan benar-benar bisa menyampaikan pendapat yang berbeda kepada atasannya tanpa rasa takut?
Atau mereka hanya diam karena merasa itu pilihan yang paling aman?
#Leadership #HumanResources #EmployeeEngagement #OrganizationalCulture #PsychologicalSafety #PeopleDevelopment #AditiDevelopmentCenter
Our Social Media :
Email address :
Need help?
0857-7562-0778
© 2025. All rights reserved.
Mobile number :
helloadc@aditidevelopmentcenter.com
Consultation (WA) :
0857-7562-0778
address :
Jl. Kalibata Tengah No. 35C RT. 11 RW 7 Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12740.





Group :
