Kenapa Kita Tetap Harus Sopan ke Rekan Kerja yang Tidak Disukai?
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang dunia kerja adalah anggapan bahwa tim yang sehat harus selalu akrab.
KARYAWANPERUSAHAANGEN Z
Andhika Buana
9/18/20262 min read


Tidak semua orang di kantor akan cocok dengan kita, ada yang cara bicaranya terlalu keras, ada yang suka mengkritik, ada yang setiap rapat selalu memotong pembicaraan, ada juga yang mungkin pernah membuat kita kesal karena suatu kejadian di masa lalu.
Namun anehnya, keesokan harinya kita tetap harus duduk dalam rapat yang sama, mengerjakan proyek yang sama, bahkan mungkin bekerja dalam tim yang sama.
Pertanyaannya:
Apakah profesionalisme berarti kita harus berpura-pura menyukai mereka?
Belum tentu.
Tidak Suka Itu Normal
Banyak orang merasa bersalah ketika menyadari ada rekan kerja yang tidak mereka sukai, padahal dari sudut pandang Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), hal tersebut sangat normal. Manusia memiliki kecenderungan alami untuk lebih nyaman dengan orang yang memiliki nilai, cara berpikir, atau gaya komunikasi yang mirip dengan dirinya.
Sebaliknya, ketika bertemu orang yang berbeda, konflik kecil lebih mudah muncul. Artinya, ketidaksukaan bukanlah masalah utama, yang menjadi masalah adalah ketika perasaan tersebut mulai memengaruhi cara kita bekerja.
Kantor Bukan Tempat Mencari Teman, Tapi Tempat Berkolaborasi
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang dunia kerja adalah anggapan bahwa tim yang sehat harus selalu akrab. Faktanya, banyak tim berkinerja tinggi yang anggotanya tidak terlalu dekat secara personal.
Yang membuat mereka efektif bukan karena saling menyukai, melainkan karena saling menghormati. Dalam PIO, kondisi ini disebut sebagai professional respect.
Seseorang mungkin tidak setuju dengan rekan kerjanya, tidak cocok secara kepribadian. Bahkan tidak ingin berteman di luar kantor, tetapi mereka tetap mampu bekerja sama karena memahami tujuan yang lebih besar.
Di Sinilah Basic Manners Menjadi Penting
Ketika banyak orang berbicara tentang budaya kerja, mereka sering membayangkan program besar:
team building,
outing kantor,
gathering,
employee engagement.
Padahal fondasi budaya kerja sering kali dibangun dari hal yang jauh lebih sederhana, menyapa ketika berpapasan, mengucapkan terima kasih, mendengarkan saat orang lain berbicara, tidak meremehkan pendapat rekan kerja, menghargai orang lain meskipun berbeda pandangan.
Inilah yang disebut basic manners, dan menariknya, basic manners bukan tentang menjadi ramah. Basic manners adalah tentang menunjukkan rasa hormat.
Kenapa Hal Ini Penting bagi Organisasi?
Penelitian dalam bidang organisasi menunjukkan bahwa hubungan kerja yang dipenuhi rasa hormat berkontribusi terhadap:
menurunnya konflik interpersonal,
meningkatnya kolaborasi tim,
meningkatnya psychological safety,
membaiknya kualitas komunikasi.
Sebaliknya, ketika rasa hormat mulai hilang, masalah kecil lebih mudah berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Bukan karena pekerjaan sulit, tetapi karena hubungan antar manusia menjadi sulit.
Perspektif PIO
Dari sudut pandang Psikologi Industri dan Organisasi, profesionalisme bukan tentang menyukai semua orang di kantor. Profesionalisme adalah kemampuan untuk tetap menunjukkan rasa hormat kepada orang lain meskipun tidak selalu cocok dengan mereka, karena organisasi yang sehat tidak dibangun oleh orang-orang yang selalu sepakat.
Tetapi oleh orang-orang yang mampu bekerja sama di tengah perbedaan, dan sering kali, semuanya dimulai dari sesuatu yang sederhana:
menyapa orang yang sebenarnya tidak terlalu kita sukai.
Our Social Media :
Email address :
Need help?
0857-7562-0778
© 2025. All rights reserved.
Mobile number :
aditidevelopmentcenter@gmail.com
Consultation (WA) :
0857-7562-0778
address :
Jl. Kalibata Tengah No. 35C RT. 11 RW 7 Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12740.





Group :
