Kenapa Orang yang Tidak Kompeten Kadang Justru Jadi Pemimpin?
Banyak perusahaan mengira mereka sedang memilih kandidat terbaik untuk menjadi pemimpin. Namun tanpa disadari, proses promosi sering kali lebih menguntungkan orang yang terlihat percaya diri dibanding orang yang benar-benar kompeten.
PENGEMBANGAN KARYAWANPEMIMPINEMPLOYEE DEVELOPMENT
Andhika Buana
8/6/20261 min read


Pernah melihat situasi seperti ini?
Ada karyawan yang hasil kerjanya konsisten, disukai tim, dan mampu menyelesaikan masalah.
Namun ketika promosi datang, yang terpilih justru orang lain.
Orang yang lebih vokal.
Lebih percaya diri.
Lebih sering tampil.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Salah satu alasannya adalah karena manusia sering kali kesulitan membedakan kompetensi dengan kepercayaan diri.
Studi Kasus: Penelitian Tomas Chamorro-Premuzic
Psikolog organisasi Tomas Chamorro-Premuzic menemukan bahwa banyak organisasi tanpa sadar memilih pemimpin berdasarkan karakteristik yang terlihat seperti kepemimpinan.
Misalnya:
percaya diri tinggi
berani mengambil panggung
pandai berbicara
dominan dalam diskusi
Padahal karakteristik tersebut belum tentu berhubungan dengan kemampuan memimpin yang sebenarnya.
Sebaliknya, individu yang lebih rendah hati sering kali justru memiliki kesadaran diri yang lebih baik dan lebih terbuka terhadap masukan.
Ketika Percaya Diri Menipu
Di sinilah Dunning-Kruger Effect menjadi relevan.
Orang yang kurang kompeten terkadang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi karena mereka tidak menyadari keterbatasannya.
Sementara orang yang lebih kompeten sering kali lebih berhati-hati dalam menilai dirinya sendiri.
Akibatnya:
Orang yang paling yakin belum tentu orang yang paling mampu.
Namun dalam proses promosi, keyakinan sering kali lebih mudah terlihat dibanding kompetensi.
Dampaknya bagi Organisasi
Ketika promosi lebih mengutamakan pencitraan daripada kompetensi:
Motivasi tim menurun.
Karyawan berkinerja tinggi kehilangan kepercayaan.
Turnover meningkat.
Budaya politik kantor berkembang.
Keputusan bisnis menjadi kurang berkualitas.
Apa yang Bisa Dilakukan Perusahaan?
Menurut Tomas Chamorro-Premuzic, organisasi perlu lebih berhati-hati dalam menilai calon pemimpin.
Beberapa hal yang dapat dilakukan:
✔ Mengukur kompetensi dengan data, bukan persepsi.
✔ Menilai rekam jejak dalam mengembangkan tim.
✔ Mencari kandidat yang memiliki humility dan self-awareness.
✔ Membedakan antara karisma dan kemampuan memimpin.
Karena pada akhirnya, pemimpin terbaik tidak selalu orang yang paling percaya diri.
Terkadang, mereka adalah orang yang paling memahami keterbatasan dirinya sendiri.
Our Social Media :
Email address :
Need help?
0857-7562-0778
© 2025. All rights reserved.
Mobile number :
helloadc@aditidevelopmentcenter.com
Consultation (WA) :
0857-7562-0778
address :
Jl. Kalibata Tengah No. 35C RT. 11 RW 7 Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12740.





Group :
