Ketika Sebagian Orang Sedang Membangun Karier, Sebagian Lain Sedang Bertahan Hidup

Di media sosial, kita sering melihat nasihat karier seperti: "Ikut sertifikasi," "Perluas networking," "Belajar AI," "Upgrade skill setiap hari."

KARYAWANPERUSAHAANPENGEMBANGAN KARYAWAN

Andhika Buana

8/27/20262 min read

Nasihat itu tidak salah, bahkan penting. Namun ada satu hal yang sering terlupakan.

Tidak semua orang memiliki kapasitas yang sama untuk berkembang, karena di balik meja kerja yang terlihat sama, kehidupan setiap karyawan bisa sangat berbeda.

Ada karyawan yang setelah pulang kerja masih memiliki energi untuk mengikuti pelatihan, membaca buku, atau membangun portofolio. Ada juga yang setelah pulang kerja harus membantu orang tua, mengurus keluarga, mencari penghasilan tambahan, atau sekadar memulihkan diri agar bisa bekerja lagi esok hari.

Di kantor mereka mungkin memiliki jabatan yang sama, namun sumber daya yang mereka miliki tidak selalu sama.

Mengapa Ada Orang yang Lebih Cepat Berkembang?

Dalam Psikologi Industri dan Organisasi, terdapat konsep Conservation of Resources Theory yang dikembangkan oleh Stevan Hobfoll. Teori ini menjelaskan bahwa manusia membutuhkan sumber daya untuk berkembang.

Sumber daya tersebut bukan hanya uang.

Tetapi juga:

  • waktu,

  • energi,

  • dukungan sosial,

  • kesehatan mental,

  • rasa aman finansial.


Orang yang memiliki lebih banyak sumber daya cenderung lebih mudah memperoleh sumber daya baru. Sebaliknya, mereka yang terus kehilangan sumber daya sering kali lebih fokus mempertahankan apa yang masih dimiliki.

Ketika Belajar Menjadi Kemewahan

Banyak perusahaan mendorong karyawan untuk terus belajar, namun realitasnya tidak selalu sesederhana itu. Bayangkan dua karyawan.

Karyawan pertama pulang ke rumah pukul enam sore, malamnya ia mengikuti kelas online, belajar bahasa asing, atau mengambil sertifikasi profesional.

Karyawan kedua pulang pada jam yang sama, tetapi malamnya ia masih harus membantu usaha keluarga, menjaga anggota keluarga yang sakit, atau menjalankan pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan.

Keduanya sama-sama ingin berkembang, namun kesempatan yang dimiliki tidak sama.

Fenomena yang Jarang Dibahas

Ketika seseorang berhasil berkembang lebih cepat, lingkungan sering melihat hasil akhirnya.

Yang terlihat:

  • sertifikasinya,

  • promosi jabatannya,

  • kemampuan komunikasinya,

  • pencapaiannya.


Yang tidak terlihat adalah sumber daya yang memungkinkan proses itu terjadi, padahal dalam banyak kasus, kemampuan berkembang tidak hanya ditentukan oleh motivasi tetapi juga oleh kapasitas, karena sulit memikirkan pengembangan diri ketika energi sehari-hari habis untuk bertahan.

Apa Artinya bagi Perusahaan?

Ini bukan berarti perusahaan harus menurunkan standar, namun organisasi perlu memahami bahwa setiap karyawan memulai dari kondisi yang berbeda.

Karena itu organisasi yang sehat tidak hanya bertanya:
"Siapa yang berkembang paling cepat?"

Tetapi juga bertanya:
"Apakah semua orang memiliki kesempatan yang cukup untuk berkembang?"

Inilah alasan mengapa program mentoring, coaching, pembelajaran yang fleksibel, serta dukungan kesejahteraan karyawan menjadi semakin penting, karena pengembangan karyawan bukan hanya soal memberikan pelatihan tetapi juga membantu mereka memiliki ruang untuk bertumbuh.

Pelajaran yang Sering Terlupakan

Kita sering mengagumi orang yang terus berkembang, namun jarang menghargai orang yang sedang berjuang bertahan.

Padahal bagi sebagian orang, datang bekerja setiap hari, menjaga performa tetap stabil, dan memenuhi tanggung jawabnya adalah pencapaian yang tidak kalah besar.

Karena tidak semua orang sedang berada pada fase yang sama dalam hidupnya, ada yang sedang berlari, ada yang sedang berjalan, ada yang sedang bertahan agar tidak jatuh dan semuanya membutuhkan penghargaan yang sama sebagai manusia.

Di dunia kerja, tidak semua karyawan memiliki titik awal yang sama, sebagian memiliki lebih banyak waktu, energi, dan dukungan untuk berkembang, sebagian lainnya sedang menghadapi tantangan yang tidak terlihat oleh rekan kerjanya.

Mungkin karena itu, ketika melihat seseorang belum berkembang secepat yang kita harapkan, pertanyaan yang lebih baik bukan:
"Kenapa dia tidak belajar lebih banyak?"

Melainkan:
"Apakah dia memiliki ruang yang cukup untuk berkembang?"

Pertanyaan untuk kamu
Menurut kamu, apa sumber daya yang paling menentukan perkembangan karier seseorang: kemampuan, waktu, dukungan lingkungan, atau kondisi finansial?

Our Social Media :

Email address :

Need help?

0857-7562-0778

© 2025. All rights reserved.

Mobile number :

helloadc@aditidevelopmentcenter.com

Consultation (WA) :

0857-7562-0778

address :

Jl. Kalibata Tengah No. 35C RT. 11 RW 7 Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12740.

Group :