Pentingnya Skill Komunikasi di Kantor
Sebagai HR, mana yang lebih berbahaya? Karyawan yang tidak punya ide. Atau karyawan yang punya ide tetapi tidak pernah menyampaikannya? Karena dalam banyak organisasi, masalah terbesar bukan kurangnya talenta. Tetapi hilangnya suara dari talenta yang dimiliki
EMPLOYEE DEVELOPMENTKONSULTAN HRPENGEMBANGAN KARYAWAN
Andhika Buana
7/6/20261 min read


Pernahkah Anda memiliki karyawan yang sangat kompeten, tetapi sulit menyampaikan ide?
Pekerjaannya rapi. Targetnya tercapai. Pengetahuan teknisnya kuat. Namun ketika diminta menjelaskan gagasan dalam rapat, ia kesulitan. Ketika menghadapi masalah, ia memilih diam. Ketika memiliki pandangan berbeda, ia enggan menyampaikan pendapat.
Akibatnya, ide-ide yang sebenarnya berpotensi memberikan solusi tidak pernah muncul. Masalah terlambat terdeteksi, kolaborasi menjadi kurang efektif, dan potensi individu pun tidak terlihat secara optimal.
Selama berkarier di bidang Human Resources, saya cukup sering menemukan pola seperti ini. Menariknya, tantangan tersebut sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya kompetensi, melainkan kurangnya kemampuan berkomunikasi dan lingkungan yang belum mendorong setiap orang untuk berani menyampaikan pendapat.
Hal ini juga sejalan dengan temuan Google melalui Project Aristotle. Salah satu karakteristik utama tim berkinerja tinggi bukanlah dihuni oleh orang-orang yang paling pintar, melainkan oleh tim yang memiliki psychological safety yang tinggi—lingkungan kerja yang membuat setiap anggota merasa aman untuk bertanya, menyampaikan ide, berdiskusi, hingga mengakui kesalahan tanpa rasa takut.
Artinya, komunikasi bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum. Komunikasi adalah kemampuan untuk menyampaikan ide, membangun kolaborasi, serta memastikan informasi dapat mengalir dengan baik di dalam organisasi.
Karena itu, ketika menemukan karyawan yang kemampuan komunikasinya masih perlu dikembangkan, saya tidak terburu-buru menilai bahwa mereka tidak memiliki potensi. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah mereka belum pernah mendapatkan pelatihan yang tepat? Apakah mereka takut melakukan kesalahan? Apakah budaya kerja belum memberikan ruang yang aman untuk berbicara? Atau memang tuntutan perannya telah berkembang sehingga membutuhkan kemampuan komunikasi yang lebih baik?
Dalam banyak kasus, tantangan komunikasi bukanlah persoalan bakat, melainkan persoalan pengembangan. Bahkan tidak sedikit individu yang awalnya pendiam mampu berkembang menjadi komunikator yang efektif dan pemimpin yang dipercaya setelah memperoleh kesempatan untuk belajar dan berlatih.
Karena pada akhirnya, peran organisasi bukan hanya menemukan talenta terbaik, tetapi juga membantu mereka bertumbuh. Investasi pada pengembangan kemampuan komunikasi bukan sekadar meningkatkan keterampilan individu, melainkan memperkuat kolaborasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan.
Apabila organisasi Anda sedang berupaya membangun budaya komunikasi yang lebih efektif atau meningkatkan kemampuan komunikasi tim, kami dengan senang hati berdiskusi mengenai program pengembangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Our Social Media :
Email address :
Need help?
0857-7562-0778
© 2025. All rights reserved.
Mobile number :
helloadc@aditidevelopmentcenter.com
Consultation (WA) :
0857-7562-0778
address :
Jl. Kalibata Tengah No. 35C RT. 11 RW 7 Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12740.





Group :
